Mengapa Harus Bisnis Online


Mengapa Harus Bisnis Online? 


Tidak dapat dipungkiri dengan kemajuan teknologi, pertumbuhan bisnis online (e-commerce) di Indonesia juga ikut bertumbuh dengan pesat. Berdasarkan data Statista pada tahun 2016 e-commerce menyumbang 8,7% terhadap penjualan ritel global, sedangkan di tahun 2017 meningkat menjadi 10,1%. Tahun ini 2018 diperkirakan sekitar 11,8%. Tren ini akan terus meningkat sampai tahun 2021 mencapai 15,5%.


Di Indonesia sendiri menurut penelitian TEMASEK dan Google, pertumbuhan e-commerce terus meningkat seiring dengan meningkatnya pengguna internet, terutama internet melalui smartphone.  Pada tahun 2015 saja sudah ada 92 juta pengguna internet di Indonesia, jumlah ini diprediksi akan meningkat menjadi 215 juta pengguna di tahun 2020. 

Dari total seluruh pengguna internet, terdapat sekitar 18 juta pembeli online. Diperkirakan pada tahun 2015 angka ini akan meningkat jauh sampai 120 jutaan pembeli online. 


Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia. Beberapa tahun terakhir ini mulai banyak perusahaan-perusahaan besar maupun skala UKM yang mengembangkan ataupun memulai bisnis online. 


Dengan pesatnya pertumbuhan ini kita juga perlu mengenal profil pengguna internet dan pembeli online. Berdasarkan hasil penelitian Google dan GfK, di Indonesia ada 4 profil pembeli online, yaitu innovator,  Early Adopter, Gap-Tech (Gaptek) dan Late Bloomers.


Tipe Innovator adalah mereka yang berpenghasilan tinggi, online dengan lebih dari satu perangkat, mengutamakan kualitas produk dan memiliki garansi, bertransaksi dengan menggunakan internet banking. Disamping itu mereka juga lebih suka menggunakan aplikasi pintar dibanding dengan mengunjungi situsweb.


Sementara Tipe Early Adopter adalah pembeli dengan penghasilan lebih rendah,  mereka senang mencari info melalui mesin pencari seperti Google, bertransaksi dengan menggunakan internet banking maupun transfer ATM.  Mereka termasuk orang-orang yang senang berburu diskon yang sering digelar Toko online maupun Marketplace. 


Berikutnya Tipe ke-3, Gap- Tech (Gaptek) adalah orang-orang yang tidak terlalu melek teknologi. Mereka rata-rata berpenghasilan tinggi dan mengandalkan satu perangkat, lebih memilih akses melalui situsweb berbasis mobile atau versi desktop, melakukan pembayaran melalui transfer ATM. Mereka juga penyuka diskon dan lebih suka mendapat info langsung dari Brand/Merk yang ingin mereka beli.


Yang terakhir Tipe Late Bloomers. Rata-rata berpenghasilan rendah, dan hanya menggunakan satu perangkat. Mereka tidak terlalu mementingkan kualitas, yang penting mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan.  Untuk metode pembayaran mereka lebih memilih COD (Cash on Delivery) atau bayar langsung ditempat.


Mengetahui profil pembeli online diatas banyak manfaatnya bagi pengusaha online. Dengan bisa menyediakan cara pembayaran yang beragam bisa mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang beragam pula. 

 Selain metode pembayaran, pembeli di Indonesia juga sensitif terhadap harga. Insentif berupa gratis ongkos kirim ataupun diskon produk mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli.


Pada intinya kesempatan untuk berbisnis online di Indonesia masih terbuka luas.  Meskipun begitu masih banyak hal-hal yang harus dibenahi agar aktivitas jual beli online bisa berjalan dengan lancar. Dibalik tantangan ada kesempatan. Tinggal kita jeli untuk memanfaatkannya.


Semoga bermanfaat.

Sumber: Dari berbagai sumber

Photo by Ben Kolde on Unsplash.jpg

  • Selasa, 02 Januari 2018

Artikel Terkait

3 Alasan Mengapa 90 Persen Pebisnis Online Gagal
3 Alasan Mengapa 90 Persen Pebisnis Online Gagal
9 Tips Menghilangkan Kejenuhan di Bisnis Online
9 Tips Menghilangkan Kejenuhan di Bisnis Online
Selamat Datang di Dunia Online
Selamat Datang di Dunia Online
Toko Online atau Marketplace
Toko Online atau Marketplace

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar