Klondike Game = Game of Life


Mungkin kalau Saya sebut Klondike banyak yang tidak tahu, tapi kalau Saya sebut SOLITAIRE pasti banyak yang familiar dengan game ini. Sama tapi berbeda nama.

Kebetulan di ipod klasik Saya yang jumlah gamenya terbatas, salah satu game-nya adalah Klondike.

Saya suka sekali game ini, Saya bisa memainkannya di saat lowong, menjelang tidur, kadang menghilangkan stres. 


Ngilangin stres? Yang bener?

Ya, Game ini mengajarkan Saya banyak hal tentang kehidupan dan problem solving. 

Kok bisa? 

Ya seperti kehidupan yang tidak pasti kartu yang kita dapat saat main game ini juga tidak pasti.


Kadang dapat kartu bagus, sekali main langsung menang.

Seperti kehidupan yang mulus, tidak banyak masalah, malah hampir tidak ada.  


Kadang dapat kartu cukup bagus, tidak langsung menang tapi harus mencoba beberapa cara yang berbeda.


Kadang dapat kartu lumayan, walau tidak menang tapi dapat poin. Kadang dapat kartu jelek, 


Kadang kita melakukan kesalahan yang sama beberapa kali bisa karena kita tidak sadar kalau kita salah atau kesalahan tersebut sudah menjadi kebiasaan yang susah dan butuh waktu serta biaya untuk diubah.


Kadang satu kartu terbuka, membuka kartu yang lainnya. Seperti hidup yang kadang satu gerakan kecil membuka semua kesempatan.


Saat buka kartu baru supaya kita tidak salah jalan dan mengulang beberapa kali, bisa saja kita lihat semua kartu dulu. Tapi butuh waktu lebih. Sering ada beberapa pilihan yang bisa kita ambil. Kita bisa coba buka bergantian sebelum memutuskan mana yang baik, tapi ada harga yang harus dibayar, poinnya berkurang. Kurang lebih sama seperti kehidupan, ada harga yang harus dibayar agar kita memiliki hidup yang lebih baik.


Cukup sering juga dapat kartu yang ga ada jalannya. Alias buntu, ibarat kita punya masalah yang ga ada solusinya. Lalu mau diapakan? Ya move on, tutup buku lama buka buku baru. Berapa banyak dari kita yang bertahan di masalah yang sama. Sudah coba berbagai cara tidak berhasil. 


Pada dasarnya kita manusia diberikan 3 kemampuan dasar yaitu mencipta, memelihara, dan menghancurkan. Ketiganya merupakan siklus kehidupan.

Kalau ada hal yang sudah tidak bermanfaat ya dihancurkan, ciptakan yang baru, lalu dipelihara sampai habis manfaatnya. Seperti siklus lahir, hidup dan mati.


Yang pasti kita harus mengupayakan yang terbaik bagi hidup kita dan orang sekeliling kita walaupun tidak mudah dan banyak tantangan.


Jika Saya bahas semuanya bakalan panjang pastinya. Banyak pelajaran yang bisa diambil.


Kesimpulannya walau bagaimanapun kehidupan yang kita miliki baik maupun buruk, susah maupun senang, kehidupan akan terus berjalan.

Nikmati saja prosesnya. 


Bagaimana menghadapi bahtera kehidupan semuanya tergantung diri kita sendiri. Tidak perlu membandingkan dengan orang lain, karena setiap orang memiliki kartunya sendiri. 


Fokus membenahi diri sendiri walaupun tidak mudah, tapi yakinlah semua pasti ada jalannya. Meskipun disaat kita melihat jalan buntu, kita masih bisa balik badan, pilih jalan yang lain.


Tanam kebaikan dapat kebaikan, tanam keburukan dapat keburukan. Itu matematika alam. Alam itu jujur. Kalau kita merasa baik tapi belum memiliki nasib baik, mungkin di kehidupan sebelumnya tanaman kita belum baik atau ada pelajaran yang bisa kita ambil.


Enjoy our life!

  • Selasa, 06 November 2018

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar